Analisa Usaha dan Cara Budidaya Lele Bioflok

Posted on

Budidaya lele dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik, salah satunya adalah dengan menggunakan teknik bioflok. Mungkin banyak yang belum tau mengenai budidaya lele dengan menggunakan teknik bioflok tersebut. Di dalam artikel ini, akan saya jelaskan mengenai apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dipersiapkan pada saat akan melakukan budidaya lele dengan teknik bioflok. Selain itu, juga akan dijelaskan mengenai analisa usaha budidaya lele sistem bioflok secara lengkap.

Budidaya Lele Bioflok

Apa itu Budidaya Lele Bioflok?

Budidaya lele dengan menggunakan teknik bioflok adalah cara membudidayakan dan menternak ikan lele dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari proses budidaya itu sendiri. Limbah tersebut digunakan sebagai sumber alami makanan untuk ikan lele dengan cara menumbuhkan mikrorganisme hingga menjadi floc semacam gumpalan kecil. Budidaya lele dengan menggunakan sistem bioflok memilki keuntungan untuk mengefisiensikan pakan ternak, hal ini dapat menjadi solusi bagi anda yang memiliki modal yang minim.

Sistem bioflok sebenarnya sudah lama ada dan di manfaatkan oleh beberapa negara untuk membudidayakan ikan, tidak hanya ikan lele namun ikan jenis lainnya juga dapat dibudidaya dengan menggunakan sistem bioflok. Negara yang sudah menerapkan sistem bioflok ini antara lain adalah jepang, australia, brasil, dan negara lainnya. budidaya lele dengan menggunakan bioflok merpakan sebuah cara ternak lele organik karena sumber makanan diberikan secara alami dengan menggunakan bantuan mikroorganisme/bakteri yang baik.

Panduan Lengkap Budidaya Lele Bioflok

Ternak lele dengan menggunakan sistem bioflok dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kecil dan sempit yang dapat anda gunakan sebagai lahan ternak lele yang produktif dengan padat tebar yang bisa lebih banyak dan dapat mengurangi biaya dan mempersingkat waktu panen. Jadi bagi anda yang tidak memiliki modal untuk melakukan budidaya lele anda dapat menggunakan sistem bioflok dengan tahapan seperti berikut ini:

Pembuatan Kolam Lele

Untuk luas lahan 1 m3 anda sudah dapat menebar bibit lele sebanyak 1000 ekor, sedangkan pada kolam yang biasa, anda hanya dapat menebar bibit 100 ekor saja tiap 1 m3. hal inilah yang menjadi kelebihan dari ternak lele sistem bioflok.Sediakan aerator yang berfungsi untuk menghasilkan gelembung udara dalam air sehingga membuat air dapat berputar terus menerus dan kesehatan lele tetap terjaga.

 

  • Untuk menghindari panasnya sinar matahari dan rintik hujan anda juga dapat memasangkan atap yang berupa kerangka bambu penutup yang berfungsi untuk menghindari kualitas dan mutu air menjadi tidak layak untuk lele
  • Pembuatan kolam lele dapat anda lakukan dengan menggunakan plastik terpal dan rangka kayu atau besi sederhana agar pengeluaran biaya pembuatan kolam budidaya lele dapat ditekan dan terkendali. Biasanya penggunaan terpal plastik digunakan petani yang memiliki lahan sempit, namun penggunaan sistem ternak lele bioflok juga dapat digunakan di lahan yang lebar dan luas.

Persiapan Air Pembesaran pada Budidaya Lele sitem bioflok

 

  • Setelah anda melakukan tahap awal, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyediakan air yang cocok dan pas untuk pembesaran benih ikan lele.
  • Pada hari pertama, anda dapat mengisi air kolam setinggi 80 cm sampai dengan 100 cm.
  • Hari kedua, masukkan prebiotik POC BMW atau bakteri pathogen sebanyak s ml/m3 yang dapat anda beli di toko ternak terdekat.
  • Masukkan pakan bakteri pada hari ketiga yang berupa tetes tebu (molase) dengan takaran sebanyak 250 ml/m3
  • Pada malam harinya berikan dolomite sebanyak 150-200 gram/m3 yang diambil airnya saja.
  • Biarkan air dalam air kolam selama 7 hingga 10 hari agar mikroorganisme yang telah dimasukkan dalam kolam lele dapat tumbuh dengan baik.

Penebaran dan Perawatan Benih Lele

 

  • Tahapan selanjutnya dalam budidaya lele dengan sistem bioflok adalah penebaran benih lele. Untuk mendapatkan lele yang berkualitas, anda juga harus memilih benih lele yang berasal dari induk yang memiliki kualitas unggul. Adapun ciri-ciri benih lele yang memiliki kualitas yang unggul adalah sebagai berikut
  • Gerakan benih lele aktif dan gesit
  • Ukuran dan warna dari benih lele seragam atau sama
  • Memilki organ tubuh yang lengkap dan tidak cacat.
  • Pilihan 4-7 merupakan pilihan yang proporsional

Keesokan harinya anda dapat menambahkan probiotik dengan takaran 5 ml/m3

Sedangkan untuk tahap pemeliharaan selanjutnya anda dapat menambahkan beberapa bahan sebagai berikut ini yang harus anda lakukan di setiap 10 hari pertama.

  • Probiotik sebanyak 5 ml/m3
  • 1 sendok makan ragi tempe setiap m3
  • Ragi tape sebanyak 2 butir/m3
  • Dolomit sebanyak 200 sampai dengan 300 gram/m3 (tambahkan pada malam hari dengan mengambil airnya saja)

Perawatan selanjutnya dapat dilakukan 10 hari setelah perawatan pertama yaitu setelah ukuran lele mencapai 12 cm atau lebih. Dalam perawatan kedua ini anda dapat menambahkan bahan-bahan seperti berikut:

  • Probiotik dengan takaran 5 ml/m3
  • Ragi tempe sebanyak 2-3 sendok makan per m3
  • Tambahkan 200 sampai dengan 300 gr dolomit pada malam hari saja (ambil airnya saja)

Cara pemberian pakan Budidaya Lele Bioflok

Pemberian pakan yang teratur akan memudahkan anda untuk melakukan pemanenan lele yang memiliki ukuran seragam dengan jenis pakan yang sesuai dengan lebar mulut dan umur ikan lele.Untuk meminimalisir timvbulnya panyakit, akan lebih baik jika ikan melakukan puasa satu kali seminggu. Dan jika ingin memberi pakan usahakan lakukan fermentasi terlebih dahulu dengan menggunakan prebiotik yang nantinya kan terbentuk flok sehingga 30% pemberian pakan dapat di tekan seminimal mungkin.

 

  • Anda dapat memberikan pakan pada sore hari yakni sekiar 500-700 gr/hari selama 2,5 hingga 3 bulan dengan dosis pemberian makan sebanyak 80% yang disesuaikan dengan kekuatan perut ikan lele.
  • Salah satu penunjang keberhasilan dari budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok adalah dengan menyediakan dan memberikan pakan yang berkualitas dan tepat waktu. Selain itu usahakan anda selalu mengecek aerator kolam. Anda dapat menutupnya dengan plastik jika mati lampu atau saluran airnya macet.

Masa panen

 

  • Tahapan terakhir pada budidaya ikan lele bioflok adalah masa panen yang ditunggu-tunggu elma kurang lebih 2,5 sampai 3 bulanan umur ikan lele. Biasanya 1 kg lele yang dijual akan berisi 7 hingga 8 ekor ikan lele

Analisa Usaha Lele Bioflok

Biaya Investasi Harga (Rp)
Bak Terpal Ukuran 2,5 m2 1.500.000
Biaya Operasional
Benih 5.000 ekor @Rp. 250 1.250.000
Pakan 400 Kg @Rp. 8.500/kg 3.400.000
Probiotik, kapur, tepung 350.000
Total Operasional 5.000.000
Total Biaya Investasi dan Operasional 6.500.000
Pendapatan
Panen SR (tingkat hidup lel) 90%
4.500 Ekor/450 Kg @ Rp. 15.000/kg 6.750.000
Keuntungan diluar Investasi 1.750.000

Itulah beberapa cara menganalisa ternak lele dengan menggunakan sistem bioflok dan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan bioflok dan panduan mengenai tata cara budidaya ikan lele yang dapat anda terapkan dirumah dengan modal yang minimal dan hasil maksimal. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan semoga anda sukses untuk berbuisaya ikan lele. Terima kasih. nantikan artikel kami berikutnya, jika berkenan share kepada teman-teman lainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *