Cara Budidaya Bawang Merah yang Baik dan Benar

Posted on

Bawang merah merupakan salah satu jenis dan komoditas rempah-rempah yang paling dicari oleh seluruh masyarakat Indonesia. kebutuhan akan bawang merah setiap tahunnya semakin meningkat karena bawang merah merupakan bumbu olahan makanan yang harus ada, tanpa bawang merah rasa masakan menjadi kurang sedap.

Cara Budidaya Bawang Merah yang Baik dan Benar

Pada saat ini Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor bawang merah terbesar di dunia, padahal pada awal tahun 1990 – an Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor bawang merah terbesar. Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah kurangnya minat petani untuk membudidayakan bawang merah. Oleh sebab itu, anda dapat menjadikan moment ini sebagai peluang untuk memulai bisnis untuk membudidayakan bawang merah.

Cara Budidaya Bawang Merah

Bagi anda yang ingin memulai bisnis budidaya bawang merah, anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mendapatkan hasil panen bawang merah yang melimpah.

Pemilihan Lokasi dan Pengelolahan Lahan untuk Budidaya Bawang Merah

Syarat Lokasi Budidaya Bawang Merah

  • Bawang merah akan tumbuh dengan baik jika berada di dataran rendah hingga dataran tinggi yakni ketinggiannya sekitar 1000 diatas permukaan laut (dpl)
  • Iklim dan penyinaran untuk menghasilkan produksi terbaik yaitu berada di dataran rendah dengan iklim 25-32 derajat celcius dan harus terkena sinar matahari sekitar 75%.
  • Tanah yang digunakan sebagai media tanam bawang merah harus gembur, subur, dan banyak mengandung zat organik.
  • Jenis tanah yang baik adalah jenis tanah lempung berpasir atau lempung berdebu.
  • Tingkat keasaman tanah atau pH tanah yang baik adalah sekitar 5,5 – 6,5
  • Aerasi dan drainase tanah sebaiknya dilakukan dengan baik.

Pengolahan Lahan atau Tanah Budidaya Bawang Merah

Sebelum melakukan penanaman bibit bawang merah terlebih dahulu anda harus menyiapkan lahan sebagai media tanam bawang merah. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya dan biarkan tanah yang sudah digemburkan selama 1 minggu agar racun dalam tanah terbawa oleh angin dan menguap bersama dengan sinar matahari
  • Apabila tingkat keasaman tanah kurang dari 6 – 7 pH, anda dapat menambahkan kapur dolomite dengan takaran 1 ton per herktar lahan. Diamkan tanah selama 2 minggu setelah proses pengapuran selesai.
  • Buatlah bedengan pada lahan dengan lebar sekitar 1 – 1,2 meter, tinggi bedangan sekitar 30 cm dan panjangnya disesuaikan dengan luas bedengan lahan yang dibuat
  • Beri jarak disetiap bedengan sekitar ½ meter, jarak tersebut berfungsi sebagai parit. Buatlah parit sebagai jalan air hujan dengan kedalaman 50 cm dengan lebar sekitar 40-50 cm.
  • Anda harus mencangkul dan menggemburkan bedengan dengan kedalaman 20 cm, ratakan bentuk bedengan agar tidak melengkung seperti bentuk bedengan biasanya.
  • Tambahkan pupuk kandang secukupnya dengan cara menebarkannnya diatas bedengan, kemudian aduk pupuk kandang dengan tanah agar pupuk tercampur secara merata dengan tanah.
  • Diamkan lahan bedengan yang sudah diberi pupuk selama 1 minggu sebelum ditanami bibit dari bawang merah.
  • Untuk mencegah serangan penyakit yang dapat membuat tanaman layu, taburkan zat GLIO sebanyak 100 gram (1 bungkus), campur dengan 25 – 50 Kg pupuk kandang yang matang yang sudah didiamkan selama 1 minggu.

Cara Memilih Bibit dalam Budidaya Bawang Merah

Setelah anda menyiapkan lahan sebagai media tanam, langkah selanjutnya adalah melakukan pemilihan bibit yang unggul dan baik agar mendapatkan hasil panen bawang merah yang baik. Berikut cara memilih bibit bawang merah yang baik:

  • Pilihlah ukuran umbi bibit bawang merah yang memiliki ukuran optimal sekitar 3 – 4 gram tiap umbinya
  • Umbi bibit yang baik adalah umbi bibit bawang merah yang telah disimpan kurang lebih sekitar 2 – 3 bulan dan umbi masih lengkap dengan daunnya yang berbentuk ikatan.
  • Jika bibit umbi bawang merah kurang dari 2 bulan, anda dapat memotong bagian ujung bibit umbu sekitar ½ cm untuk membpercepat tumbuhnya tunas pada bibit umbi bawang merah yang telah dipilih.
  • Pilihlah umbi bibit bawang merah yang sehat. umbi bibit bawang merah yang sehat ditandai dengan bentuknya yang tidak keropos atau kompak, kulit umbi tidak memiliki luka (berkilau dan tidak terkelupas)
  • Pastikan anda menggunakan bibit dari biji yang sudah terbukti bebas dari penyakit layu dan telah memiliki sertifikat dari departemen pertanian (deptan).

 Cara Menanam Bibit Budidaya Bawang Merah

Jarak Tanam

Jarak tanam akan mengalami perbedaan disetiap musimnya:

  • Pada musim hujan jarak tanamnya adalah sekitar 20 x 15 cm untuk varietas Tiron
  • Pada musim kemarau, jarak tanamnya sekitar 15 x 15 cm untuk varietas Ilocos, bangkok, atau tadayung

Cara Tanam

  • Rendam umbi bibit yang sudah dipilih ke dalam larutan NASA + air dengan perbandingan 1 tutup/ liter air
  • Taburkan zat GLIO secara merata pada umbi bibit yang sebelumnya telah direndam pada larutan NASA.
  • Diamkan dan simpan umbi bibir selama kurang lebih sekitar 2 hari sebelum dilakukan proses penanaman.
  • Tanamkan seluruh bagian umbi bibit yang sudah siap tanam ke dalam permukaan tanah pada lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Pastikan bahwa tiap lubang terdapat 1 buah umbi bibit.

 Cara Merawat Budidaya Bawang Merah

Penyiraman

  • Hal yang harus diperhatikan dalam cara menanam bawang merah adalah penyiraman bibit bawang merah yang telah ditanam. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari secara rutin. Lakukan penyiraman dari awal penanaman bibit bawang merah hinga tanaman berusia 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari.

Pemupukan

Berikut ini tahapan pemupukan yang perlu anda lakukan agar mendapatkan hasil budidaya bawang merah yang maksimal:

  • Lakukan pemupukan ulang ketika tanaman berumur 2 minggu terhitung sejak awal tanam.
  • Gunakan pupuk campuran dari jenis pupuk KCl, Urea, dan ZA dengan komposisi masing-asing pupuk adalah 112 Kg untuk pupuk KCl, 200 Kg untuk urea dan 93 Kg untuk pupuk ZA.
  • Untuk selanjutnya lakukan pemupukan kembali saat tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk sebagai berikut KCL sebanyak 56 Kg, pupuk urea sekitar 47 Kg, dan pupuk ZA sebanyak 100 Kg di setiap hektarnya.
  • Lakukan pemupukan dengan cara membuath guritan disekitar tanaman bawang merah.

Penyiangan

Cara merawat tanaman bawang merah selanjutnya adalah melakukan penyiangan dengan cara berikut ini:

  • Bersihkan tanaman gulma atau tanaman pengganggu yang ada disekitar tanaman bawang merah.
  • Lakukan penyiangan gulma sekitar 2 kali pada setiap musim tanam.
  • Anda dapat melakukan penyiangan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan, namun apabila tanman gulma tumbuh terlalu banyak sebaiknya segara lakukan penyiangan.

Pengendalian Hama

Tanaman bawang merah memiliki beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang budidaya bawang merah adalah sebagai berikut:

Hama Ulat

  • Hama ulat sering menyerang daun pada tanaman bawang merah. Hal ini ditandai dengan adanya bercak putih pada tahun dan bila dilihat dengan menggunakan mikroskop atau teropong akan terlihat bekas gigitan dari ulat pada daun bawang merah. Untuk mengatasinya anda dapat lakukan secara manual dengan cara mengambul ulat dan telur secara langsung dari daun bawang. Anda juga dapat memusnahkannya secara cepat dan efektif dengan menggunkan feromon sex perangkap. Gunakan sekitar 40 buah feromon sex perangkap disetiap hektarnya. Jika serangan bertambah parah lakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida dengan bahan aktif berupa klorfififos.

Penyakit Layu 

  • Penyakit layu juga sering menyerang budidaya tanaman bawang merah. Gejala yang ditimbulkan adalah daun bawang merah akan menguning dan terpilin dengan bagian pangkal bawang merah yang membusuk. Jika hal ini menyerang tanaman budidaya bawang merah anda, segera cabut tanaman yang terindikasi terserang penyakit layu kemudian bakar tanaman. Selanjutnya lakukan penyemprotan dengan zat fungisida agar penyakit layu tidak menyerang kembali.

Cara Panen Budidaya Bawang Merah

Langkah terakhir adalah proses panen budidaya bawang merah. Anda dapat memanen bawang merah dengan memperhatikan hal dan cara berikut ini:

  • Salah satu ciri bawang merah siap untuk dipanen adalah ketika daun bawang sudah mulai rebah yakni sekitar 60 – 70 % batang telah lemas dan daun mulai menguning
  • Umbi lapis terlihat padat serta berisi dan sebagian umbi lapis tersembul di atas permukaan tanah
  • Warna kulit umbi berwarna merah dan mengkilat
  • Lakukan pemanenan dengan cara mencabut tanaman bawang merah beserta daunnya. Bersihkan tanah yang menempel pada umbi. Lalu biarkan umbi selama beberapa jam kemudian ikat bawang sekitar 1 – 1,5 Kg/ikat
  • Jemur umbi bawang merah yang telah diikat dengan posisi daun berada di atas selama kurang lebih 5 – 7 hari.
  • Setelah daun kering, anda dapat membuat ikatan sebanyak 3-4 ikat kecil yang dijadikan 1 ikat. Selanjutnya ikatan umbi bawang merah tersebut dijemur kembali dengan posisi umbi bawang merah berada di atas selama sekitar 2 – 3 hari.
  • Bila umbi bawang merah kering, umbi siap untuk disimpan atau digudangkan dengan melakukan pengasapan agar bawang merah tahan lama dan tidak cepat busuk.

Itulah beberapa langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam melakukan budidaya bawang merah. Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan baik dan benar, saya pastikan anda akan mendapatkan hasil panen budidaya bawang merah yang berkualitas dan melimpah. Selamat mencoba. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *