Cara Budidaya dan Ternak Kelinci hias ataupun Pedaging bagi Pemula

Posted on

Artikel kali ini akan kami bahas mengenai tips dan cara budidaya atau ternak kelinci yang baik dan benar bagi para pemula, baik itu kelinci hias ataupun kelinci pedaging. Budidaya kelinci merupakan salah satu peluang atau potensi yang besar di dalam dunia bisnis ternak, baik budidaya kelinci pedaging ataupun budidaya kelinci hias.

Keduanya sama-sama merupakan peluang usaha ternak dengan prospek yang menguntungkan dan menjanjikan untuk dijalankan. Setiap tahun minat masyarakat terhadap kelinci hias ataupun kelinci pedaging semakin meningkat. Terutama peminat dari kelinci pedaging, karena banyak orang yang menyukai daging kelinci yang enak dan lezat. Jadi, saya sarankan anda perlu mencoba peluang usaha ternak budidaya kelinci ini sebagai bisnis yang menjanjikan.

Cara Budidaya dan Ternak Kelinci hias ataupun Pedaging bagi Pemula

Jenis-jenis Kelinci Pedaging dan Kelinci Hias

Sebelum mengetahu cara membudidayakan kelinci baik budidaya kelinci hias ataupun budidaya kelinci pedaging alangkah lebih baiknya jika anda mengetahui dan mengenal jenis-jenis kelinci berikut ini:

New Zealand White

Kelinci jenis ini merupakan kelinci jenis albino yang berasal dari new zealand namun berkembang di Australia dan Amerika Serikat. Ciri-ciri kelinci ini yaitu berwarna putih mulus, mata merah, telinga tegak, bulu halus dan tidak tebal. Kelinci albino cepat sekali tumbuh besar sehingga kelinci dapat dijadikan sebagai kelinci potong. Berat kelinci dewasa dapat mencapai hingga 4,5 – 5 Kg dan anaknya dapat mencapai 10 – 12 ekor kelinci. Kelinci ini sangat cocok sekali jika dibudidayakan karena populasinya yang besar.

Angora

Kelinci jenis ini diselimuti oleh bulu panjang, kelinci ini juga berpotensi untuk menghasilkan wol. Di Indonesia sendiri kelinci angora dijadikan sebagai kelinci hias. Secara umum warna dari kelinci angora adalah berwarna putih, coklat, dan coklat muda dengan bulu yang tebal membuatnya tampak sangat besar padahal beratnya hanya 2,7 kg. Sekali melahirkan kelinci angora dapat menghasilkan 6 ekor anak kelinci. Jenis kelinci angora yang dapat dijadikan sebagai kelinci hias lainnya adalah english spot, mini nederland draft hotot, mini nederland himalayan, nederland, jersey wolly, dan lyon.

Dutch

Kelinci jenis ini berasal dari negeri kincir angin dengan bulu yang pendek dan kaya akan warna yakni hitam, putih, abu-abu dan perpaduan dari warna itu. Kelinci dutch memiliki ciri khas adanya lingkaran putih di leher. Berat badan kelinci dutch dewasa dapat mencapai 1,5 – 2 Kg dengan jumlah anak 7-8 ekor sekali melahirkana. Kelinci jenis ini sangat diminati untuk dijadikn hewan peliharaan kesayangan.

Rex

Kelinci jenis rex ini berpotensi untuk diambil daging dan bulunya yang tebal dan beludru. Dengan memiliki warna yang bervariasi seperti warna biru, hitam, purih dan bertotol. Kelinci ini sangat digemari dapat dibudidayakan menjadi kelinci hias ataupun kelinci pedaging.

Cara Budidaya Kelinci Pedaging dan Kelinci Hias Bagi Pemula

Bagi anda pecinta hewan, peluang bisnis budidaya kelinci dapat anda jadikan pilihan untuk berwirausaha selain anda dapat merawat kelinci yang lucu dan menggemaskan yang menjadi hobi anda, anda juga dapat menghasilkan uang dengan melakukan budidaya kelinci pedaging atau kelinci hias. Kedua peluang usaha tersebut tentu saja dapat anda jalankan secara bersamaan dengan keuntungan yang maksimal.

Bagi anda yang memiliki modal kecilpun dapat memulai usaha bisnis budidaya kelinci pedaging ataupun budidaya kelinci hias. Berikut ini cara dan tips budidaya kelinci pedaging ataupun ternak yang harus anda ketahui:

Menyiapkan Kandang untuk Budidaya Kelinci

Salah satu faktor yang penting dalam usaha budidaya kelinci baik skala besar ataupun kecil adalah menyiapkan kandang tempat kelinci tumbuh dan berkembang. Berikut tips dan cara membuat kandang untuk budidaya kelinci:

  1. Idealnya kandang untuk mengembangbiakkan kelinci harus berada pada suhu 15 hingga 20 derajat celcius dengan sirkulasi udara yang lancar dan dapat terkena sinar matahari pagi.
  2. Ukuran kandang dapat anda sesusaikan dengan skala usaha dan ukuran ternak kelinci. Idealnya kandang berukuran 200 x 70 x 70 cm dapat menampung 10 ekor kelinci jantan dan 12 ekor kelinci betina.
  3. Bersihkan kandang setiap hari agar selalu kering dan menghindari kelembaban yang dapat menyebabkan penyakit pada saat melakukan budidaya kelinci.
  4. Anda dapat membuat kandang kelinci sesuai dengan kebutuhan, anda dapat menggunakan kayu, kawat dan bambu untuk membuat kandang kelinci.

Pakan untuk Budidaya Kelinci Hias atau Kelinci Pedaging

Untuk menghasilkan kelinci hias yang cantik dan sehat serta kelinci pedaging yang gemuk dan besar anda dapat memberikan pakan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Anda dapat memberikan dua jenis makanan yaitu makanan pokok yang terdiri dari macam-macam rerumputan dan sayuran yang dapat anda berikan dalam keadaan layu (tidak berair) ataupun makanan penguat yang merupakan pelet khusus untuk kelinci.
  2. Rerumputan yang tidak boleh diberikan untuk pakan kelinci antara lain rumput embun, dedaunan yang berbulu kasar, alang-alang, dan jelantir.
  3. Pelet atau formula pakan kelinci dapat anda berikan dengan komposisi berikut ini:
  • Ampas tahu 40%
  • Tepung jagung 9%
  • Tepung Gaplek 10%
  • Dedak Padi 40%
  • Mineral Premik 0,5%
  • Arang aktof 0,5%
  1. Berikan pakan dua kali sehari secara rutin. Pakan pelet/formula yang berupa makanan butiran pelet khusus kelinci yang dapat dibeli langsung atau dengan cara membuatnya pada pagi hari dan pakan hijauan (rumput dan sayuran) pada sore hari.

Pemilihan Bibit Budidaya Kelinci hias ataupun Pedaging

Sebelum memilih bibit kelinci, anda harus memastikan terlebih dahulu jenis usaha budidaya kelinci paa yang akan anda jalankan. Kelinci terdiri dari berbagai macam jenis dan ciri khas dari setiap jenis kelinci berikut ini penjelasan singkatnya mengenai jenis kelinci dan potensi yang dihasilkannya:

  • Kelinci penghasil daging : Chanchilla, Carolina
  • Kelinci penghasil bulu dan kulit : silver dan rex
  • Kelinci penghasil daging dan kulit : New Zealand White dan Flemish Giant
  • Kelinci Hias: Nederland Dwarf, Lop, dan Polish
  • Kelinci penghasil wool: Angora

Pilihlah bibit yang sesuai dengan jenis usaha budidaya kelinci yang akan anda lakukan. Untuk budidaya kelinci daging anda dapat memilij jenis kelinci seperti Chanchilla, Carolina, New Zealand White dan Flemish Giant. Sedangkan untuk kelinci hias anda dapat memilih jenis kelinci Nederland Dwarf, Lop, dan Polish, dan angora. Pilihlah bibit kelinci yang berkualitas dengan memilih bibit yang masih mudah dan produktif.

Cara Mengembangbiakkan atau Mengawinkan Kelinci

Sebelum anda mengawinkan kelinci, anda harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri induk keinci betina dan pejantan yang siap kawin:

  • Kelinci jantan yang siap kawin biasanya berusia 6 – 8 bulan, sedangkan kelinci betina yang telah dewasa dan siap kawin yang berumur 5 – 6 bulan.
  • Ciri kelinci yang siap kawin yaitu menggosok-gosokkan dagu ke bagian kandang, gelisah, nafsu makan berkurang, air kencingnya keruh, dan kemaluannya berwarna merah dan bengkak.

Setelah anda telah mengetahui bahwa kelinci siap untuk dikawinkan anda dapat melanjutkannya ke proses mengawinkan kelinci dengan cara berikut ini:

  • Kawinkan kelinci pada saat pagi atau sore hari karena pada saat tersebut kelinci sedang berada dalam keadaan subur.
  • Masukkan kelinci pejantan ke dalam kandang kelinci betina, biarkan dan tunggu hingga terjadi perkawinan sebanyak 2 kali.
  • Setelah itu, kembalikan kelinci jantan ke dalam kandang semula.
  • Hamil atau tidaknya kelinci dapat diketahui setelah 12 – 4 hari sejak terjadinya perkawinan, untuk memastikannya anda dapat meraba perut kelinci betina jika terdapat bola-bola kecil berarti kelinci telah mengalami kehamilan.
  • Lama kehamilan kelinci betina secara umum adalah satu bulan atau lebih 1 hingga 2 hari.
  • Jangan pindah-pindahkan tempat kelinci selama masa kehamilan
  • Berikan porsi makan yang lebih untuk kelinci yang sedang hamil.
  • Siapkan peri dengan ukuran 60 x 30 x 15 cm dan beri alas berupa rumput kering atau guntingan kertas koran 5 hari sebelum kelinci melahirkan.
  • Biasanya kelahiran terjadi pada malam hari dengan jumlah 3 – 10 ekor kelinci dengan jumlah ideal sebanyak 6 ekor anak kelinci.

Cara Merawat Budidaya Kelinci Hias dan Kelinci Pedaging

Penyakit merupakan salah satu penyebab terbesar kematian pada kelinci. Jenis penyakit yang dapat menyerang kelinci pada saar anda melakukan budidaya kelinci antara lain kudis, perut kembung, pilik, mencret, pasteurellosis, cacingan, favus dan lain sebagainya. Untuk menghindari penyakit tersebut anda dapat melakukan tindakan preventif sebagai berikut ini:

  • Menjaga sanitasi kandang, timbulnya penyakit pada saat melakukan budidaya kelinci dapat anda minimalisir dengan cara tersebut.
  • Jangan mengis kelinci pada kandang yang terlalu padat
  • Menjaga kehigenisan pakan yang diberikan untuk kelinci selain itu berikan pakan yang bergiiz dan berkualitas tinggi.
  • Pastikan kelinci terkena sinar matahari
  • Pastikan peralatan kandang dalam keadaan bersih dan kering dengan menjaga kelembaban kandang
  • Pastikan kandang tempat budidaya kelinci memiliki sirkulasi udara yang baik

Itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk melakukan usaha budidaya kelinci, baik untuk kelinci hias ataupun kelinci pedaging. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *