Cara Praktis Budidaya Pisang Hasil Panen Melimpah

Posted on

Sebagai masyarakat Indonesia anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama pisang. Pisang merupakan buah yang banyak ditemui di Indonesia dengan berbagai macam jenis. Kita dapat menjumpai tanaman pisang ini diberbagai daerah yang ada di Indonesia karena tanaman ini mudah untuk tumbuh dan sangat cocok dengan iklim yang ada di Indonesia. walaupun demikian, belum banyak petani yang membudidayakan pisang padahal pisang merupakan buah yang banyak diminati oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.

Budidaya Pisang

Menurut informasi yang diperoleh harga pisang adalah Rp. 5.000 setiap kilogramnya dan harta tersebut bisa juga meningkat. Hal ini dapat dijadikan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Cara budidaya pisang juga cukup mudah untuk dilakukan. Artikel ini akan membahas mengenai cara praktis budidaya pisang agar mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Langkah Praktis Budidaya Pisang

Syarat Tumbuh Tanaman Pisang

Ada beberapa syarat lokasi yang harus dipenuhi agar budidaya pisang yang dilakukan mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Karena Iklim

  • Tanaman pisang cocok ditanam di lokasi atau wilayah yang beriklim tropis dan memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi serta kondisi cuaca yang cukup panas. Jika kondisi iklim di daerah anda merupakan iklim subtropis atau pegunungan, hal ini tidak akan bermasalah karena tanaman pisang akan beradaptasi pada cuaca yang cukup dingin. Selain itu, tanaman pisang juga dapat bertahan hidup didaerah yang kekurangan air, karena kandungan air pada batang pisang sangat tinggi, namun biasanya apabila pohon pisang kekurangan air akan menyebabkan pohon pisang tidak tumbuh secara maksimal.
  • Yang harus anda perhatikan selanjutnya adalah kecepatan angin. Kecepatan angin yang cukup tinggi akan merusak daun pisang sehingga hal tersebut dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanamannya.
  • Kondisi curah hujan yang bagus untuk melakukan budidaya tanaman pisang yaitu berkisar antara 1520-3800 mm setiap satu kali tumbuh. Asumsikan 2 bulan tidak hujan pada saat sekali masa tanam. Anda dapat membuatkan guludan untuk menghindari genangan di area lahan

Media Tanam

  • Tanaman pisang akan tumbuh secara optimal pada kondisi tanah yang memiliki unsur hara dan memiliki kandungan kapur atau dapat disebut sebagai tanah berat. Anda perlu menyiapkan lahan dengan tanah yang memiliki unsur hara yang tinggi karena tanaman ini terkenal rakus terhadap zat-zat makanan. Untuk menambah unsur hara tanah, anda dapat menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang dalam melakukan pemupukan.
  • Pengairan pada tanaman pisang harus dilakukan secara intensif, untuk itu usahakan jangan sampai ada genangan air di lahan.
  • Selain itu, anda harus memperhatikan kondisi dari ketinggian air tanah. Untuk daerah kering yaitu 50-150 cm, daerah basar sekitar 50-200 cm, dan daerah setengah basah sekitar 100-200 cm. Tanaman pisang tidak akan tumbuh dengan baik pada tanah yang mengandung garam sebanyak 0,07%

Ketinggian Lokasi Lahan 

  • Ketinggian lokasi lahan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman pisang dan hasil panen yang dihasilkannya. Secara umum tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai dengan dataran tinggi dengan ketinggian diatas permukaan laut (dpl). Sedangkan untuk beberapa jenis pisang seperti pisang tanduk, pisang nangka, dan pisang ambin akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 dpl.

Proses Budidaya Pisang

Terdapat beberapa tahapan dalam proses budidaya pisang. Adapun beberapa tahapan proses budidaya pisang adalah sebagai berikut:

Pemilihan Bibit Pisang

  • Secara umum tanaman pisang menggunakan cara vegetatif untuk mengembang biakkan atau membudidayakannya yaitu dengan menggunakan tunas atau anak pisang. Untuk mengetahui ciri-ciri bibit pisang yang baik adalah sebagai berikut:
  • Bibit tanaman pisang yang baik biasanya memiliki panjang antara 1-1,5 meter dan memiliki diameter sekitar 15- 20 cm. Hal ini karena ketinggian dari bibit pisang memiliki pengaruh terhadap produktifitas pisang saat berbuah yaitu berpengaruh pada jumlah sisir tiap tandan pisang. Pastikan anda memilih bibit yang berasal dari inudkan pisang yang memiliki buah yang baik dan sehat agar hasil panen sesuai dengan harapan anda.
  • Ada dua jenis pembibitan tanaman pisang yang dapat anda gunakan yaitu bibit muda dan bibit dewasa. Namun, lebih baik anda menggunakan bibit yang sudah dewasa karena biasanya telah memiliki bakal bunga dan bonggol pisang sebagai cadangan makanannya.
  • Dalam memilih bibit pisang, pastikan anda memilih bibit yang memiliki bentuk daun yang lancip seperti pedang serta memiliki helai daun yang sempit

Menyiapkan Bibit

  • Anda bisa mendapatkan bibit pisang dengan membelinya di toko atau dengan memakai bibit pisang dari kebun. Jika anda menggunakan bibit sendiri sebaiknya anda membatasi jumlah tunas bibit sekitar 7-9 dari pisang indukan, jika telah melebihi 9 tunas sebaiknya anda lakukan pemotongan agar kualitas bibit pisang tetap terjaga. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum menanam bibit pisang. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
  • Bersihkan tanah yang menempel pada akar bibit yang sudah dipotong dari indukan
  • Simpan bibit pisang selama 1-2 hari di tempat yang teduh agar pemotongan yang dilakukan mengering
  • Rendam bibit pisang sebatas leher dengan menggunakan insektisida dengan kadar 0,5% – 1 % selama 10 menit. kemudian diangin-anginkan.
  • Anda dapat menggunakan air yang mengalir jika anda tidak memiliki insektisida. Caranya adalah rendam bibit pisang selama 2 hari pada air yang mengalir.
  • Apabila lahan terdapat hama nematoda, sebaiknya anda merendam bibit pisang dalam air panas selama beberapa menit agar hama tersebut mati.

Pengolahan Media Tanam

  • Dalam proses penanaman hal penting yang juga harus anda lakukan adalah membersihkan lahan dari gulma, rumput liar dan lakukan penggemburan tanah. Selain itu hal yang harus anda lakukan lainnya adalah melakukan pengairan atau drainase agar kontur tanahnya miring.

Proses Penanaman Pisang

  • Dalam melakukan proses penanaman, tahapan-tahapan yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut ini:

Penentuan Pola Tanaman

  • Dalam menentukan pola tanaman anda dapat menggunakan pola tanam tumpang sari di 3 bulan pertama dengan memberikan jarak yang cukup lebar antara bibit pisang yang satu dan bibit pisang lainnya. jenis tanaman yang dapat anda jadikan selingan adalah sayur-sayuran atau tanaman yang tumbuh hanya satu musim.

Membuat Lubang Tanam

Adapun ukuran lubang yang dianjurkan agar pertumbuhan bibit pisang baik adalah sebagai berikut:

  • Tanah Berat        : 50x50x50 cm
  • Tanah Gembur  : 30x30x30 cm atau 40x40x40 cm

Dengan menggunakan jarak tanam sekitar 3,3 x 3,3 meter.

Cara Penanaman Bibit Pisang 

  • Lakukan penanaman pada bulan september-oktober yaitu pada saat menjelang musim penghujan. Sebelum melakukan penanaman pastikan anda sudah memberikan pupuk organik berupa pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 15 – 20 Kg ditiap lubangnya. Pupuk organik yang anda pilih akan menentukan kualiatas rasa dari buah pisang itu sendiri.

Pemeliharaan Tanaman Pisang

  • Setalah anda melakukan proses penanaman, selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan pada tanaman pisang yang sudah anda tanam agar tetap sehat dan bebas dari penyakit. Adapun hal-hal yang perlu anda lakukan pada saat melakukan pemeliharaan pada tanaman pisang adalah sebagai berikut:

Penjarangan

  • Untuk mendapatkan hasil tanam yang baik sebaiknya anda lakukan penjarangan dengan melakukan pemotongan tunas secara berkala agar dalam satu rumpun terdapat berbagai macam bibit yang memiliki usia berbeda-beda. Pada usia 5 tahun, anda dapat melakukan pembongkaran rumpun untuk diganti dengan tanaman pisang yang baru

Penyiangan

  • Bersihkan glma dan rumput pengganggu yang berada disekitar lahan yang dapat menjadi parasit bagi tanaman pisang. Sebaiknya anda lakukan penyiangan pada saat melakukan penggemburan tanah agar akar dan tunas pisang bertambah banyak.

Perempalan

  • Setelah daun pisang mlai mengering segera lakukan perempalan dengan cara memangkas daun pisang yang sudah kering untuk mencegah penyebaran hama penyakit dan menjaga kebersihan.

Pemupukan

  • Seperti yang sudah dijelaskan tadi, tanaman pisang banyak memerlukan jumlah kandungan kalium yang besar di dalam tanah.

Penyiraman dan pengairan

  • Tanaman pisang akan tumbuh dengan baik jika ada menjaga waktu pengairannya. Dalam proses pengairan anda dapat melakukannya dengan mengaliri air di antara baris tanaman pisang.

Pemeliharaan Buah

  • Jika bonggol pisang sudah memiliki jarak 25 cm dari sisir buah pisang yang terakhir, lakukan proses pemotongan agar pertumbuhan pisang tida terganggu. Bungkus tandan pisang engan menggunakan kantong plastik bening agar buah tetap mulus dan terhindar dari hama penyakit yang dapat merusak buah. Anda dapat menggunakan kantong plastik polietilen yang memiliki tebal 0,5 mm, lalu beri lubang berdiameter 1,25 cm. Atur sedemikian rupa agar plastik dapat menutupi 15-45 cm hingga atas pangkal sisir serta 25 cm dari sisir terbawah.

Panen Buah Pisang

  • Jika anda melakukan tahapan budidaya pisang dengan baik anda dapat melakukan panen pisang pada kisaran 100-120 hari setelah pohon pisang berbunga. Untuk mendapatkan hasil panen pisang yang memiliki kematangan seragam anda dapat menggunakan perangsang seperti daun atau kayu bakar, penggunaan karbit, ethrel/ethepon, astilen, atau propilen sekitar 10 hingga 20 jam. Setelah itu buah dapat langsung anda jual di pasar, swalayan, ataupun supermarket. Lakukan pengemasan yang menarik agar buah pisang dapat menarik orang untuk membelinya.

Itulah beberapa langkah praktis yang harus anda lakukan saat melakukan budidaya pisang untuk dapat mengasilkan hasil panen yang melimpah dan maksimal. Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *