Cara Ternak Belut bagi Pemula Sukses dan Untung Besar

Posted on

Belut merupakan makanan yang memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi dan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Biasanya belut memiliki harga yang relatif mahal karena penggemarnya cukup tinggi dan belut memiliki sejuta manfaat. Kebutuhan akan belut semakin meningkat seiring dengan meningkatnya peminat belut. Jika hal ini diterapkan dalam bisnis, ternak belut akan menjadi peluang yang menjanjikan keuntungan yang besar karena peminatnya yang banyak namun produksi belut masih belum dapat mencukupi.

Cara Ternak Belut

Belut termasuk ke dalam jenis ikan namun perbedaan belut dan ikan adalah pada tempat hidupnya. Belut biasanya hidup di air yang tidak terlalu banyak seperti lumpur, biasanya belut banyak ditemukan didaerah sawah dan rawa. Namun pada saat ini, belut susah untuk ditemukan karena kondisi di area sawah yang mulai tercemar akibat pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Artikel ini akan membahas mengenai cara dan langkah-langkah ternak belut bagi pemula agar sukses dan untung besar.

Tempat Ternak Belut yang Cocok

Hal pertama yang harus diperhatikan bagi anda yang ingin memulai bisnis belut adalah tempat untuk budidaya atau ternak belur. Media atau tempat ternak belut merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan dalam ternak belut. Beberapa sarana yang dapat anda jadikan sebagai tempat ternak belut adalah sebagai berikut:

Kolam Terpal

 

  • Sarana untuk tempat ternak belut yang dapat anda jadikan pilihan adalah menggunakan kolam terpal. Ukuran terpal dapat anda sesuaikan dengan banyaknya belut yang akan diternakkan. Ukuran ideal kolam terpal yaitu 50 sampai dengan 100 ekor/m2. Belut biasanya akan mengeluarkan lendir karena proses metabolisme yang dilakukannya, hal tersebut akan membuat air kolam menjadi kotor sehingga merusak kualitas air kolam. Untuk itu sebaiknya mengganti air jika sudah mulai kotor karena air yang kotor akan mengganggu pertumbuhan belut. Anda dapat melakukan tips berikut ini untuk membuat kolam terpal tetap bersih untuk ternak belut :
  • anda dapat membuat saluran pembuangan air di bagian tengah kolam atau lebih dikenal dengan istilah center drain, hal ini akan memudahkan anda untuk menguras kolam air yang sudah kotor dan menggantinya dengan yang bersih.
  • Buatlah bentuk kolam mengerucut ke tengah agar air dapat terbuang begitu pipa pembuangan kita cabut tanpa menggunakan pompa sedot air.
  • Sistem center drain akan memudahkan kita untuk mengontrol air yang kotor lalu menambahkannya dengan air bersih.

Tong/Drum

 

  • Selain kolam terpal anda dapat menggunakan tong/drum yang tidak terpakai untuk dijadikan tempat ternak belut. Cara membuatnya juga cukup mudah yaitu sebagai berikut:
  • Siapkan beberapa tong/drum sesuai dengan kebutuhan, kemudian bersihkan tong/drum hingga bersih terutama pada bagian dalamnya.
  • Buatlah lubang memanjang pada tong/drum
  • Letakkan drum pada tanah yang datar beri pengganjal pada kiri dan kanan tong/drum agar tidak terguling
  • Buatlah saluran pembuangan dibawah tong/drum untuk memudahkan anda dalam penggantian air.
  • Buat peneduh di atas tong/drum agar belut tidak terkena panas sinar matahari.

Untuk media tong/drum anda dapat menggunakan bahan seperti lumpur kering, kompos, jerami padi pupuk TSP, dan mikroorganisme state. Berikut ini cara membuatnya:

  • Beri lapisan jerami dengan ketebalan sekitar 50 cm pada dasar drum
  • Siram jerami dengan mikroorganisme stater sebanyak 1 liter tiap drumnya.
  • Beri lapisan kompos setinggi 5 cm, anda dapat menggunakan pupuk kandang atau tanah humus
  • Lapisan terakhir adalah lumpur kering yang sudah dicampurkan dengan pupuk TSP sebanyak 5 Kg setinggi 25 Cm
  • Masukkan air bersih ke dalam drum setinggi 15 cm lalu diamkan selama kurang lebih 2 minggu sebelum anda memasukkan bibit belut ke dalamnya untuk proses fermentasi

Bak Permanen

 

  • Anda dapat menggunakan bak yang terbuat dari semen sebagai media ternak belut, namun bak permanen dari semen ini memerlukan modal yang lumayan besar untuk membuatnya.

Bak Fiber

 

  • Bak fiber juga dapat anda jadikan alternatif untuk dijadikan tempat ternak belut. Namun sama halnya dengan bak semen, bak fiber juga membutuhkan modal yang cukup besar untuk membuatnya.

Saran saya, bagi anda yang baru saja memulai bisnis ternak belut sebaiknya menggunakan media yang relatif murah seperti tempat ternak dari tong/drum dan kolam terpal.

Cara Memilih Bibit Belut yang Baik dan Tepat

Setelah anda membuat tempat yang sesuai dengan jumlah belut yang akan diternakkan, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah memilih bibit atau benih belut. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk memilih bibit belut yang baik dan tepat yaitu sebagai berikut:

Pilih Belut yang Bebas Luka

 

  • Hal pertama yang harus anda perhatikan pada saat memilih bibit belut adalah pilih bibit belut yang bebas dari luka, baik luka akibat gesekan benda kasar ataupun akibat penyakit karena hal tersebut dapat menular ke bibit lele lainnya.

Pilih Belut yang Lincah

 

  • Secara umum belut memiliki sifat yang agresif dan lincah, saat dipegang biasanya belut tidak pernah diam dan akan berusaha untuk melepaskan diri. Belut yang baik memiliki ciri-ciri lincah namun tenang, belut biasanya akan mengambil oksigen dengan mendongak ketasa dengan sangat cepat kemudian akan kembali lagi kebawah.

Pilih Ukuran Bibit Belut yang Seragam

 

  • Memilih ukuran bibit belut yang seragam cukup penting untuk anda lakukan karena dengan ukuran yang seragam biasanya tidak ada dominasi dalam makan nantinya. Bila ada belut yang berukuran besar biasanya akan lebih dominan dengan lainnya dalam hal makanan nantinya. Hal ini akan menyebabkan bibit yang besar akan semakin besar sedangkan yang kecil akan semakin kecil. Saran kami, sebaiknya anda menyortir belut paling tidak 3 minggu sekali agar ukurannya tetap seragam.

Tidak Lemas saat Dipegang

 

  • Bibit belut yang baik adalah bibit belut yang memiliki tubuh keras. Jadi pastikan bahawa bibit belut yang akan dibudidaya atau diternak tidak lembek.

Cara Tebar Bibit Belut yang Ideal

Adapun cara tebar bibit belut agar pertumbuhan belut maksimal adalah sebagai berikut:

  • Belut membutuhkan ruang yang cukup luas untuk tumbuh secara optimal. Jika ruang yang dimiliki kecil biasanya pertumbuhan belut tidak maksimal.
  • Kepadatan optimal bibit belut sebaiknya memiliki ukuran panjang antara 10-12 cm yakni sekitar 50-100 ekor belut/m2.
  • Sedikit saran bagi anda sebaiknya menebar bibit belut pada pagi atau sore hari agar belut tidak mengalami stres.
  • Bibit belut yang didapatkan dari hasil alam sebaiknya di karantina terlebih dahulu selama 1 hingga 2 hari dengan meletakkannya di dalam air bersih yang mengalir.
  • Berikan pakan berupa kocokan telur pada saat masa karantina
  • Atur sirkulasi air dan kedalama air, hal ini akan berpengaruh pada postur tubuh belut.

Cara Memberi Pakan Ternak Belut

Setelah bibiht belut ditebar, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemberian pakan untuk membesarkan bibit belut. Untuk pakan belut, sebaiknya berikan 5 hingga 20% dari bobot tubuh belut tiap harinya. Usahakan agar pakan belut tercukupi agar belut tidak kanibal atua memakan belut lainnya. anda dapat melakukan pemberian pakan pada sore hari karena belut biasanya mencari mangsa pada sore dan malam hari. Anda dapat menggunakan cacing lor, cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, anakan ikan mas, berudu, keong, ulat, lambung katak dan sebagainya.

Tata Cara Pemanenan Ternak Belut

Belut biasanya akan dipanen setelah 3-4 bulan proses budidaya. Pada saat itu biasanya bobot belut akan mencapai 3-5 ekor/Kg dengan harga jual Rp. 32.000 per kilogramnya. Masa panen dapat anda sesuaikan dengan permintaan pasar, jika pada berat 3-5 ekor per kilogramnya terlalu besar, anda dapat menguranginya lagi. Keuntungan yang akan anda dapatkan dapat anda hitung dengan mengkalkulasi seluruh biaya operasional dan modal awal untuk membeli bibit belut, pakan, dan peralatan serta sarana pendukung proses ternak belut.

Itulah beberapa tips dan cara sukses ternak belut bagi anda yang masih baru berkecimpung dalam dunia bisnis ternak belut. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis Oleh: Rinda Agusvina
Editor: Sigit Irawantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *