Ini Dia Cara Sukses Ternak Sapi Potong Untung Besar

Posted on

Salah satu peluang usaha ternak yang memungkinkan untuk mendapatkan untung besar adalah ternak sapi potong. Banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan memiliki usaha ternak sapi potong seseorang akan dapat menjadi milyarder karena daging sapi tidak pernah sepi pembeli. Harga daging sapi semakin melonjak apalagi pada saat bulan ramadhan dan menjelang idul fitri, harganya akan semakin meningkat. Ditambah lagi pada saat ini, pasokan daging sapi semakin hari semakin berkurang hal tersebutlah yang menyebabkan banyaknya pasokan impor daging sapi. Padahal ternak sapi potong tidak cukup sulit untuk dijalankan.

Artikel ini akan membahas mengenai cara sukses ternak sapi potong agar mendapatkan untung yang sangat besar bagi anda para pemula usaha ternak sapi potong. Ternak sapi potong akan mendapatkan untung yang besar apabila anda mengerti bagaimana cara merawat dan membuat sapi potong memiliki tubuh yang besar sehingga dapat mengahasilkan daging sapi yang banyak. Bayangkan saja, dari calon sapi potong yang pada awalnya anda beli seharga Rp. 7 juta hingga Rp. 12 juta, dalam kurun waktu 4 sampai dengan 12 bulan akan diperoleh harga jual hingga Rp. 30 juta. Sangat menarik sekali bukan? Hal ini akan terjadi apabila anda melakukan cara-cara berikut ini yang akan dibahas dan dikupas dengan tuntas pada artikel kali ini.

Tidak hanya akan membahas mengenai cara-cara sukses untuk merawat dan menggemukkan sapi potong tetapi pada artikel ini juga akan dijelaskan mengenai analisa usaha penggemukan sapi potong untuk mendapatkan untung yang besar.

Cara Memilih Bakalan Calon Sapi Potong

Bakalan sapi potong harus dipilih dengan sangat tepat. Hal ini penting untuk diperhatikan agar usaha ternak sapi potong anda bisa sukses besar. Berikut ini cara dan hal-hal yang harus anda perhatikan dalam memilih bakalan atau calon sapi potong:

Pemilihan Jenis Sapi

 

  • Dalam melakukan usaha ternak sapi potong, hal pertama yang harus anda perhatikan adalah pemilihan jenis sapi yang cocok untuk diternakkan di lokasi tempat anda berada. Tidak semua jenis sapi bisa untuk digemukkan. Terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam memilih jenis sapi antara lain:
  • Pertambahan jumlah populasi sapi tiap tahunnya
  • Efesiensi penggunaan pakan sapi
  • Jumlah populasi dari sapi
  • Penyebaran dan produksi karkas.

Jenis sapi potong di Indonesia terdiri dari sapi lokal dan sapi impor dengan sifat genetik yang berbeda dan khas yang dapat dilihat dari bentuk fisiknya maupun dari laju pertumbuhannya. Beberapa sapi lokal yang dapat dijadikan sebagai sumber daging yaitu sapi angole, sapi bali, sapi madura, sapi aceh, sapi brahman, sapi angus, sapi brangus, limousin dan sebagainya. Namun yang sering dijadikan bakalan sapi potong yang ada di Indonesia adalah sapi PO (peranakan ongole), sapi madura, sapi bali, dan sapi brahman. Saran saya yang paling penting adalah pilihlah jenis sapi yang sesuai dengan iklim dan lingkugan tempat anda beternak.

Umur Bakalan Sapi yang Baik dan Tepat

 

  • Bagi anda yang memiliki tujuan ternak sapi potong, maka bakalan sapi yang dapat anda pilih adalah sapi jantan karena sapi jantan mudah dalam proses penggemukannya. Kenapa bukan sapi betina? Hal ini karena sapi betina lebih cocok untuk dijadikan indukan dan sapi perah. Untuk umurnya pilihlah sapi jantan yang telah berumur sekitar 2,5 tahun. Tidak disarankan untuk memilih sapi muda karena sapi muda biasanya makannya banyak sekali karena berada pada masa pertumbuhan, sedangkan untuk sapi yang terlalu tua yang usianya 3 tahun pertumbuhan dagingnya sudah mulai melambat.

Ciri Bakalan Sapi Yang Baik

 

  • Secara umum ciri-ciri bakalan sapi yang baik untuk dijadikan ternak sapi potong adalah sebagai berikut:
  • bakalan sapi yang kurus tetapi sehat dan tidak cacat dengan berat minimal sebesar 200 kilogram.
  • Bentuk badannya silidris memiliki rusuk yang cembung, rangka besar, dan punggung yang lurus.
  • Memiliki bulu yang pendek dan tidak berminyak serta bersih dari parasit yang merugikan.
  • Bentuk muka sapi potong yang baik adalah memiliki bentik muka yang panjang dan mata berbinar cerah.
  • Tidak memiliki gangguan pernafasan dan hidung tidak mengeluarkan lendir
  • Kukunya tidak berasa panas saat diraba.
  • Memilii tanda telinga yang artinya sudah terdaftar dan silsilahnya sudah jelas

Setelah anda memilih bakalan sapi dengan umur dan ciri-ciri yang sudah dijelaskan diatas. Sapi yang sudah memiliki ciri-ciri tersebut akan mudah untuk digemukkan walaupun ketika pertama kali anda membeli sapi dalam keadaan kurus, anda dapat menggemukkannya dengan mudah jika dilakukan perawatan yang baik sehingga pada 6 bulan berikutnya anda sudah bisa mendapatkan sapi yang gemuk dan siap untuk dijual.

Cara membuat dan Memelihara Kandang Sapi Potong

Lokasi yang paling ideal untuk dijadikan sebagai kandang ternak sapi potong adalah sebagai berikut:

  • lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk yang memiliki jarak minimal lokasi kandang dan rumah tinggal sekitar 10 meter antara pemukiman dan kandang.
  • Pilih lokasi kandang yang mudah diakses oleh kendaraan dan dekat dengan lahan pertanian.
  • Buat kandang yang dapat membuat sinar matahari masuk ke pelataran kandang agar kondisinya tetap lembab.

Kandang memiliki dua tipe bentuk yaitu bentuk ganda dan bentuk tunggal. Kandang sapi tunggal posisi penempatannya dibuat satu baris atau sejajar sedangkan untuk tipe kandang ganda penempatan sapi dubuat dua jajar saling berhadapan ataupun bertolak belakang. Secara umum tipe kandang ganda banyak digunakan karena ada jalan ditengah jajaran yang dapat memudahkan pemeliharaan dan pemberian pakan ternak. Ukuran kandanga yang ideal adalah sebagai berikut:

  • 1,5 x 2 meter atau 2,5 x 2 meter untuk satu ekor jantan dewasa
  • 1,8 x 2 meter untuk satu ekor betina dewasa
  • 1,5 x 1 meter untuk satu ekor anak sapi.

Anda harus merawat kandang agar tetap bersih sehingga mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyerang ternak sapi potong anda dengan cara berikut ini:

  • Lantai dapat dibuat dari semen dan tanah yang padat
  • Gunakan jerami sebagai alas supaya kandang tetap hangat
  • Cuci bagian dan peralatan yang ada di kandang dengan menggunakan disinfektan secara rutin.

Cara Pemeliharaan dan Pemberian Pakan Sapi Potong

Perawatan dan pemeliharaan yang tepat juga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan penggemukan sapi potong. Untuk mendapatkan sapi potong yang gemuk dan kualiatas daging yang baik selain memberikan makanan hijau seperti rumput, kacang-kacangan, serta tumbuhan hijau lainnya hal lain yang harus anda perhatikan adalah pemberian makanan tamabahan untuk sapi yang bertujuan sebagai penguat agar pertumbuhan daging dan lemak sapi potong lebih cepat. Batas penggunaan makanan pegnuat dalam ransum adalah 9:100 gram. anda dapat memberikan makanan tambahan dengan persentase sebagai berikut ini :

  • Dedak padi/bekatul: 60%
  • Batang sagu (hati sagu): 6%
  • Mixed mineral: 0,5%
  • Garam dapur: 0,5%
  • Bungkil kelapa: 30%
  • Tepung ikan: 3%

Secara umum pemberian pakan hijau pada sapi potong adalah sebesar 30 sampai dengan 40 Kg per ekor sapu setiap harinyanya pada sore hari. Pada pagi hari anda dapat memberikan konsentrat dengan komposisi seperti diatas atau dengan komposisi bekatul sebanyak 40 Kg, garam sebanyak 0,25 Kg, serta air minum sebanyak 6 ember tiap ekor sapi. Anda juga dapat memberikan pakan berupa molasse blok yang dapat anda buat dengan menggunakan campuran antara biji randu, dedak, mineral, urea, serta gaplek.

Pemberian konsentrat dan pakan tambahan bermanfaat untuk menambah nafsu makan untuk sapi potong karena terjadi variasi dalam pemberian pakan sapi potong. Lakukan cara pemeliharaan dengan memberikan pakan seperti diatas selama kurang lebih 6 bulan, anda dapat mendapatkan hasil sapi potong yang gemuk, sehat dan mahal saat dijual.

Analisis Usaha Ternak Sapi Potong

Modal Awal

Modal Awal Perhitungan Total Biaya
Pembuatan Kandang 25 Ekor Rp. 50.000.000
Pembelian Bakal Sapi Potong (25 Ekor) 25 ekor x Rp.50.000 x Rp. 250 Kg Rp. 312.500.000
Total Rp. 362.500.000

Pakan

Kebutuhan makanan terdiri dari pakan hijau dan konsentrat selama 1 tahun.

Keterangan Perhitungan Total Biaya
Pakan Hijau 35 Kg X Rp. 150 X 365 X 25 ekor Rp. 47.906.250
KOnsentrat 25 ekor x 2 Kg x Rp. 2.250 Kg x 365 hari Rp. 41.062.000
Total Rp. 88.968.250

Jadi, total keseluruhan untuk biaya produksi adalah Modal awal + biaya pakan = Rp. 362.500.000 + Rp. 88.968.250 = Rp. 415.468.250

Pendapatan Kotor

Keterangan Perhitungan Total Biaya
Tambahan berat badan per tahun 0,8 Kg X 25 ekor X 365 hari 7.300 Kilogram
Berat sapi setelah setahun 25 ekor X 250 Kg 6.250 Kilogram
Total 13.550 Kilogram

Jadi pendapatan anda selama setahun yaitu 13.350 Kg X Rp. 55.000 = Rp. 745. 250.000

Pendapatan Bersih

Pendapatan Kotor – Biaya produksi selama setahun

Rp. 745. 250.000 – Rp. 415.468.250 = Rp. 329.781.750

Itulah beberapa cara ternak sapi potong agar anda mendapatkan keuntungan besar besarta analisa dana untuk ternak sapi potong yang dapat anda perkirakan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *