Ilustrasi Asuransi
Ilustrasi Asuransi

Pengertian Asuransi, Jenis-Jenis, Manfaat Dan Fungsinya

Posted on

“Asuransi” berasal dari kata “Insurance” dalam bahasa Inggris yang terjemahannya adalah “Pertanggungan”. Pengertian Asuransi secara umum adalah Pertanggungan atau pun perjanjian antara dua pihak yang mana pihak pertama berkewajiban membayar iuran dengan sejumlah uang dalam kurun waktu tertentu, sementara pihak kedua wajib memberikan perlindungan atau penggantiaan apabila terjadi sesuatu kerugian pada diri pihak pertama atau harta benda milik pihak pertama, berdasarkan perjanjian yang telah disepakati oleh keduanya. Kalau diungkapkan dalam bahasa yang lebih sederhana, didalam Asuransi tersebut pihak pertama adalah yang ditanggung atau pemegang polis, sementara pihak kedua adalah penanggung.

Ilustrasi Asuransi
Ilustrasi Asuransi

Pada zaman yang semakin maju seperti sekarang ini, mendaftarkan diri dan harta benda pada sebuah asuransi akan memberikan keringanan pada kita, khususnya jika suatu saat ditimpa musibah seperti sakit, kehilangan harta benda dan sebagainya. Di negara kita dikenal banyak sekali jenis asuransi diantaranya adalah Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Syariah dan lain-lain. Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap tentang Asuransi, silahkan simak.

 

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Beberapa pendapat para ahli tentang apa itu pengertian Asuransi dapat dilihat pada uraian berikut ini. Pendapat mereka ada yang hampir sama maknanya, tetapi ada pula yang memang berbeda.

1. Prof. Wiryono P, S.H.

Prof. Wiryono P mengatakan bahwa pengertian asuransi adalah: “Asuransi merupakan suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang sebagai pengganti kerugian yang mungkin diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.”

2. C. Arthur William Junior

C Arthur W mengatakan tentang definisi asuransi sebagai berikut: “Asuransi merupakan suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung.”

3. Prof. Mehr & Cammack

Dua pakar asuransi ini menyatakan bahwa asuransi itu adalah ” suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung.”

4. Mark R. G.

Definisi asuransi menurut Mark R. G. adalah seperti yang terlihat berikut: “insitusi ekonomi yang mengurangi resiko dengan menggabungkan dibawah satu menajemen dan kelompok objek dalam suatu kondisi sehingga kerugian besar yang terjadi yang diderita oleh suatu kelompok yang tadi dapat diprediksi dalam lingkup yang lebih rinci.”

 

Jenis-Jenis Asuransi

Asuransi itu terbagi kedalam dua jenis yakni Asuransi Tradisional dan Asuransi Non-Tradisional. Dua kategori besar asuransi tersebut masih terbagi lagi ke dalam beberapa macam. Untuk jenis Asuransi Tradisional terdiri dari tiga macam, yaitu Asuransi Berjangka, Asuransi Seumur Hidup dan Asuransi Dwiguna. Mari kita lihat penjelasan masing-masing dari tiga jenis asuransi Tradisional tersebut berikut ini:

1. Asuransi Berjangka

Sesuai dengan nama asuransinya, jenis ini merupakan asuransi yang hanya berlaku dalam beberapa jangka waktu tertentu saja. Premi asuransi ini biasanya tidak terlalu mahal namun uang pertanggungan sangat besar jumlahnya. Aturan yang berlaku untuk Asuransi Berjangka adalah jika setelah masa kontrak habis, maka pihak yang ditanggung tidak mendapatkan uang dari pehika Penanggung, atau dengan kata lain uang premi yang telah diberikan akan dianggap hangus.

2. Asuransi Seumur Hidup

Asuransi Seumur Hidup merupakan penyempurnaan dari Asuransi Berjangka. Jika pada Asuransi Berjangka pihak yang ditanggung tidak mendapatkan apa-apa setelah masa kontrak habis, berbeda dengan Asuransi Seumur Hidup yang pihak yang ditanggung tetap akan mendapatkan uang di akhir masa kontrak. Perbedaan lain dengan Asuransi berjangka adalah uang premi yang harus dibayarkan biasanya lebih mahal.

3. Asuransi Dwiguna

Asuransi Dwiguna bisa dikatakan adalah ‘Penengah” dari kedua jenis asuransi yang telah dituliskan di atas dimana pada asuransi Dwiguna ini pihak yang ditanggung tetap mendapatkan uang tunai ketika masa kontrak telah berakhir dan masa kontrak tidak harus seumur hidup. Pada beberapa jenis Asurasni Dwiguna, pihak yang ditanggung akan mendapatkan uang tunai secara teratur dalam jangka waktu tertentu, misalnya sekali lima tahun atau sekali dalam tiga tahun, tergantung perjanjian kontrak yang dibuat. Premi Asuransi Dwiguna lebih tinggi daripada premi Asuransi Seumur Hidup dan Asuransi Berjangka.

Sementara itu Asuransi Non-Tradisional yang sering juga dikenal sebagai Unit-Link adalah satu bentuk Asuransi yang berupa pertanggungan sekaligus investasi.

 

Fungsi Asuransi

Asuransi secara umum berfungsi sebagai pengalihan resiko atau pengendalian terhadap resiko finansial. Lebih rincinya fungsi auransi itu terdiri dari fungsi primer dan fungsi sekunder.

Ilustrasi Fungsi Asuransi
Ilustrasi Fungsi Asuransi

Pada fungsi sekunder asuransi dijadikan sebagai pengalihan resiko yang mungkin akan terjadi serta sebagai bentuk atau cara menghimpun dana dari pemegang polis yang sudah pasti bisa dikelola lagi uangnya oleh perusahaan asuransi.

Sementara itu fungsi sekunder mencakup penanggulangan kerugian sebuah usaha dan fungsi lain yang berjalan bersamaan yaitu bisa dijadikan sebagai sarana menabung (kecuali jenis asuransi berjangka yang uangnya akan hangus kalau kontrak sudah berakhir).

 

Manfaat Asuransi

Asuransi sudah jelas ada manfaatnya, dimana manfaat tersebut akan langsung didapatkan oleh orang yang memiliki asuransi khususnya ketika ada musibah yang menimpa. Beberapa manfaat asuransi adalah sebagai berikut.

1. Akan Meminimalkan Kerugian

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok atau satu jam mendatang. Jika nasib naas datang menimpa, misalnya kebakaran dan semua harta benda habis terbakar, nah jika ada asuransi maka segala kerugian yang kita alami akan diganti oleh perusahaan asuransi yang menanggung kita.

2. Sebagai Sarana Menabung

Kecuali asuransi berjangka, pemegang polis akan mendapatkan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu ataupun di saat kontrak sudah berakhir. Ini akan sama artinya menabung uang di bank namun dengan bunga yang lebih rendah tentunya.

3. Membuang Rasa Was-Was

Apabila kita sudah memiliki asuransi, misalnya asuransi kesehatan atau asuransi properti maka sikap was-was terhadap kemungkinan akan mengeluarkan uang banyak untuk sebuah musibah yang menimpa otomatis akan sirna karena semuanya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi tempat kita terdaftar.

 

Produk asuransi setidaknya ada lima yang dikenal secara luas oleh masyarakat yakni asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, Asuransi properti dan asuransi pendidikan. Masing-masing produk asuransi tersebut mempunyai manfaat sangat besar terhadap pemegang polis dari asuransi berkenaan, yang secara umum akan menanggung semua bentuk kerugian pada masing-masing yang ditanggungkan oleh perusahaan asuransi.

Itulah penjelasan lengkap tentang asuransi seperti yang terlihat mulai dari awal paragraf dalam tulisan ini. Sampai di sini bisa disimpulkan manfaat asuransi itu ternyata sangat besar khususnya akan terasa di saat ditimpa musibah. Jika saat ini Anda belum terdaftar dalam asuransi manapun, maka segeralah untuk menjadi seorang pemegang polis asuransi, agar hidup jadi lebih nyaman dan tenang tanpa adanya rasa was-was dan kwatir terhadap segala kemungkinan kerugian yang akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *