Ilustrasi Bank Sentral
Ilustrasi Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral, Sejarah, Fungsi, Tujuan Dan Produk-Produknya

Posted on

Secara umum Bank Sentral bisa diartikan sebagai satu instansi yang yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter pada suatu negara tertentu. Bank Sentral dalam kegiatannya akan selalu berupaya untuk menjaga stabilitas stabilitas sektor perbankan, nilai mata uang dan sistem finansial secara menyeluruh.

Ilustrasi Bank Sentral
Ilustrasi Bank Sentral

Bank Sentral akan menjaga tingkat inflasi serendah mungkin agar terjadi kestabilan ekonomi dalam sebuah negara. Bagi Anda yang belum begitu paham dengan kata “Inflasi”, ini pengertiannya: Inflasi adalah suatu situasi dimana harga barang-barang melambung tinggi sementara nilai mata yang jadi rendah yang menyebabkan daya beli masyarakat jauh menurun.

 

Pengertian Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral secara spesifik adalah sebuah instansi yang bertugas mengendalikan ekonomi negara dengan cara berusaha untuk terus menjaga angka inflasi tidak tinggi atau bahkan kalau bisa sampai serendah mungkin.

Di Indonesia sendiri, Bank Sentralnya adalah Bank Indonesia yang mempunyai tugas utama untuk menjaga kestabilan mata uang Rupiah dalam arti kestabilan nilai Rupiah terhadap harga barang dan jasa serta kestabilan Rupiah terhadap mata uang negara lainnya di dunia.

 

Sejarah Bank Sentral

Bank Sentral sudah ada semenjak sistem perbankan telah digunakan dalam aktivitas perdagangan. Munculnya Bank Sentral juga tidak terlepas dari awal ditemukannya uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah. Pada zaman dahulu uang kertas yang digunakan masih belum seragam nilainya karena setiap ‘kelompok’ yang mengeluarkan mata uang kertas kadang memiliki nilai yang sangat tinggi dan tentu saja sangat merugikan kelompok lain.

Karena fenomena itu maka dibuatlah satu instansi yang bertugas untuk menyeragamkan satu mata uang yang seragam sehingga nilainya akan tetap sama dalam satu wilayah negara tertentu. Instansi yang dimaksud itulah Bank Sentral.

Bank Sentral didirikan oleh negara dan tugas utamanya adalah untuk menjaga nilai mata uang di suatu negara tetap stabil serta mengontrol jumlah uang yang dicetak untuk diedarkan di tengah masyarakat agar tidak melebihi yang semestinya, karena jika terlalu banyak uang yang beredar, maka akan memicu inflasi yang tinggi.

 

Fungsi Bank Sentral

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa fungsi utama Bank Sentral adalah untuk menjaga kestabilan dan mengontrol uang yang beredar agar nilai tukar mata uang yang berlaku disebuah negara selalu berada di ambang batas normal.

Ilustrasi Fungsi Bank Sentral
Ilustrasi Fungsi Bank Sentral

Adapun fungsi Bank Sentral secara umum adalah sebagi berikut:

1. Menjaga tingkat inflasi agar tetap berada pada tingkat yang normal dengan cara mengontrol jumlah uang yang beredar agar tidak terlalu banyak.

2. Menjaga nilai tukar mata uang yang berlaku di sebuah negara tidak terlalu rendah dan tidak pula terlalu tinggi, patokan mata uang negara-negara di dunia adalah Dolar Amerika.

 

Tujuan Bank Sentral

Di samping tugas dan fungsi Bank Sentral seperti yang telah disebutkan di atas, Bank Sentral di Indonesia memiliki tujuan lainnya yang berguna untuk kestabilan ekonomi. Berikut tujuan Bank Sentral yang dipegang oleh Bank Indonesia (BI) tersebut:

1. Melaksanakan dan Menetapkan Kebijakan Moneter

Yang termasuk kedalam kebijakan moneter adalah pertama mengelola cadangan devisa dan yang kedua melakukan Operasi pasar terbuka.

2. Mengatur dan Mengawasi Bank

Bank Sentral bertugas membuat sebuah kebijakan perbankan yang wajib diikuti oleh semua bank baik swasta maupun milik pemerintah. Bank Sentral akan memberikan sanksi kepada bank yang melanggar atau bahkan mencabut izin operasi apabila terbukti bersalah.

Bentuk pengawasan bank juga termasuk memberikan izin atau menolak pengajuan pendirian sebuah bank baru. Semua wewenang seperti yang telah disebutkan dimiliki oleh Bank Sentral.

3. Menjaga dan mengatur sistem pembayaran.

Sistem pembayaran yang dikontrol diantaranya sistem pembayaran berbasis elektronik seperti Internet Banking, Mobile Banking, SMS Banking dan lain sebagainya. Sementara itu soal pencetakan uang baru dan pemusnahan uang lama juga dilakukan oleh Bank Sentral.

 

Produk Bank Sentral

Setidaknya ada tiga jenis produk yang dikeluarkan oleh Bank Sentral yaitu:

1. Uang Kartal

Uang kartal adalah uang yang biasa kita gunakan untuk bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal ini terdiri dari dua macam yaitu uang kertas yang terbuat dari kertas yang tidak mudah rusak dan mempunyai pengaman tertentu dan satu lagi uang logam yang sesuai dengan namanya terbuat dari bahan dari jenis logam yang mempunyai pecahan lebih kecil.

2. Uang Giral

Bank Sentral juga mengeluarkan produk berupa uang giral seperti bank umum lainnya. Contoh uang giral ini adalah cek dan giro. Keunggulan uang giral adalah karena bentuknya bukan dalam wujud uang tunai, sehingga lebih aman dari tindak kriminal yang mungkin saja terjadi.

3. Jasa

Jasa yang dimaksudkan di sini adalah jasa pemberian kredit kepada bank-bank umum lain yang sedang membutuhkan suntikan modal. Untuk disetujui pengajuan kreditnya, bank yang mengajukan pinjaman ke Bank Sentral harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan.

 

Dari uraian panjang di atas sudah jelas apa itu pengertian Bank Sentral, baik Bank Sentral di Indonesia maupun di negara-negara lainnya di dunia. Di negara kita Bank Sentral atau Bank Indonesia dikepalai oleh seorang Gubernur Bank Indonesia yang dipilih oleh presiden dengan melalui persetujuan DPR terlebih dahulu.

Bank Indonesia sudah mempunyai 15 orang Gubernur sejak tahun 1953 sampai dengan tahun 2013. Mereka adalah:

1. Mr. Sjafruddin Prawiranegara menjabat dari tahun 1953 sampai 1958
2. Mr. Loekman Hakim menjabat dari tahun 1958 sampai 1959
3. Mr. Soetikno Slamet menjabat dari tahun 1959 sampai 1960
4. Mr. Soemarno menjabat dari tahun 1960 sampai 1963
5. T. Jusuf Muda Dalam menjabat dari tahun 1963 sampai 1966
6. Radius Prawiro menjabat dari tahun 1966 sampai 1968 dan 1968 sampai 1973
7. Rachmat Saleh menjabat dari tahun 1973 sampai 1978 dan 1978 sampai 1983
8. Arifin Siregar menjabat dari tahun 1983 sampai 1988
9. Adrianus Mooy menjabat dari tahun 1988 sampai 1993
10. Sudrajad Djiwandono menjabat dari tahun 1993 sampai 1998
11. Syahril Sabirin menjabat dari tahun 1998 sampai 2003
12. Burhanuddin Abdullah menjabat dari tahun 2003 sampai 2008
13. Boediono menjabat dari tahun 2008 sampai 2009
14. Miranda Gultom menjabat dari bulan Mei 2009 sampai Juli 2009
15. Darmin Nasution menjabat dari tahun 2009 sampai 2013

Diharapkan dengan pembahasan mengenai pengertian Bank Sentral, sejarah, fungsi, tujuan an produk Bank Sentral di atas Anda sekarang lebih bisa memahami apa itu Bank Sentral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *