Ilustrasi Data
Ilustrasi Data

Pengertian Data, Jenis, Manfaat dan Persyaratan Data Yang Baik

Posted on

Setiap hari dalam kehidupan sehari-hari kita dikelilingi oleh yang namanya data, misalnya data pada KTP milik Anda, terus contoh lain bisa berupa data penghuni perumahan tempat Anda tinggal sekarang dan lain-lain.

Ilustrasi Data
Ilustrasi Data

Namun, data saja sebenarnya belum mempunyai arti bagi seseorang sebelum diolah menjadi bentuk lain misalnya menjadi informasi. Wujud data bisa berupa angka, huruf, jumlah, gambar, sebuah situasi dan berbagai macam bentuk yang lain.

 

Pengertian Data

Data berasal dari bahasa Latin yakni kata “Datum” yang mempunyai arti “sesuatu yang diberikan”. Secara umum data dapat diartikan sebagai suatu hasil pengukuran atau variabel yang bentuknya bisa berupa angka, citra, kata-kata maupun bentuk lainnya. Dalam dunia ilmiah, data merupakan kumpulan fakta.

Dikutip dari laman Wikipedia “intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari ‘datum’ yang merupakan bahasa Latin.”

 

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Banyak para ahli yang bersuara mengenai pendapatnya tentang pengertian data. Anda bisa menyimak pendapat-pendapat ahli tersebut di bawah ini.

1. Pendapat Kuswadi dan E. Mutiara

Pengertian data menurut Kuswadi dan E. Mutiara adalah sebagai berikut: “Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang, atau sifat.”

2. Pendapat Nuzulla Agustina

Sementara itu Nuzulla Agustina berpendapat begini: “Data adalah keterangan mengenai sesuatu hal yang sedah sering terjadi dan berupa berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, kata, huruf-huruf yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.”

3. Pendapat Gordon B Davis

Definisi yang diberikan oleh Gordon B Davis mengenai data adalah seperti yang terlihat berikut ini: “Data merupakan bahan mentah bagi informasi yang dirumuskan sebagai kelompok lambang-lambang tidak acak yang menunjukkan tindakan-tindakan, hal-hal dan sebagainya. Data dibentuk dari lambang grafis seperti * , $ , & . Data-data disusun untuk mengolah tujuan-tujuan menjadi susunan data, susunan kearsipan dan pusat data/landasan data.”

4. Pendapat The Liang Gie

Pengertian kata “Data” menurut The Liang Gie adalah ” Data merupakan sebuah ibarat mentah yang melalui pengolahan tertentu lalu menjadi keterangan (informasi).”

Itulah pendapat empat orang ahli yang mengutarakan pendapat dan pemikirannya tentang definisi data. Kalau Anda membutuhkan data yang lebih banyak soal pengertian data menurut para ahli, Wikipedia bisa dijadikan bahan rujukan yang bagus tapi usahakan untuk menggunakan Wikipedia yang versi bahasa Inggris.

 

Jenis-Jenis Data

Data terdiri dari beberapa jenis yang dikelompokkan menurut sifat, sumber, cara pemgumpulan dan cara memperoleh data tersebut. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis data yang telah disebutkan itu.

Ilustrasi Jenis-Jenis Data
Ilustrasi Jenis-Jenis Data

1. Jenis Data Berdasarkan Cara Memperoleh

Dilihat dari cara memperolehnya, data dibagi kedalam dua jenis yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Data Primer merupakan data yang diambil langsung tanpa perantara atau langsung diambil dari sumber. Contohnya adalah data kuisioner tentang pilihan terhadap sesuatu. Sementara itu Data Sekunder didapatkan melalui sebuah perantara, misalnya adalah data yang diperoleh seorang peneliti dari pihak lain.

2. Jenis Data Berdasarkan Cara Mengumpulkan

Kategori ini terdiri dari dua macam juga yaitu Data Time Series dan Data Cross Section. Perbedaan keduanya adalah: Data Time Series merupakan data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu yang bertujuan untuk melihat perkembangan sesuatu hal, contohnya adalah data penduduk miskin Indonesia dari tahun 1990 sampai dengan 2003. Sebaliknya Data Cross Section adalah data yang dikumpulkan hanya pada waktu tertentu dan tempat tertentu saja.

3. Jenis Data Berdasarkan Sumber

Berdasarkan sumber, data bisa dibedakan menjadi dua bentuk yaitu Data Internal serta Data Eksternal. Untuk kategori ini sudah jelas yakni ddapatkan dari dalam dan luar.

4. Jenis Data Berdasarkan Sifat

Dalam kategori ini data terdiri dari dua macam yaitu Data Kualitatif dan Data Kuantitatif. Data Kualitatif adalah data yang berupa kata-kata bukan angka, contohnya data kualitas pelayanan mall di Jakarta. Sementara itu Data Kuantitatif merupakan data yang menggunakan angka untuk menggambarkan sebuah fakta.

 

Manfaat Data

Data yang telah diolah melalui metode tertentu selanjutnya akan berubah bentuk menjadi informasi yang berguna bagi yang membutuhkan. Adapun manfaat dari data dan informasi adalah sebagai berikut:

1. Bisa dijadikan sebagi dasar dalam mengambil sebuah keputusan penting. Data yang ada atau yang telah dikumpulkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat sebuah kebijakan terutama oleh organisasi atau perusahaan.

2. Bisa dijadikan referensi untuk prediksi masa yang akan datang. Data yang terkumpul saat ini berdasarkan fakta tertentu dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.

3. Bisa dijadikan sebagai bahan analisis masalah. Menyelesaikan masalah akan lebih mudah jika data yang akurat telah dikumpulkan.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat data, namun Admin hanya menuliskan yang lebih umum saja agar lebih mudah untuk dipahami. Mengenai manfaat data lainnya yang lebih banyak Anda biasanya bisa mendapatkan diberbagai perpustakaan dan juga tentunya di Internet.

 

Syarat Data Yang Baik dan Benar

Tidak semua data itu bisa dijadikan sebagi sumber yang valid. Terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhi agar sebuah data bisa dikatakan baik dan benar. Apa sajakah syarat data yang baik tersebut? Silahkan simak berikut ini.

1. Data harus Objektif. Maksudnya adalah data harus berdasarkan fakta yang ada, bukan hasil rekayasa untuk tujuan tertentu.

2. Data harus relevan. Syarat ini mengandung maksud bahwa data yang dikeluarkan wajib berhubungan denga masalah yang sedang dipecahkan.

3. Data harus paling aktual dimana data tersebut seharusnya tidak kadaluarsa.

4. Data harus mempunyai tingkat kesalahan baku yang serendah mungkin.

5. Data harus representatif, yang berari bahwa bisa dijadikan ‘wakil’ dari persoalan yang ada.

Data yang baik memang harus memenuhi paling kurang lima persyaratan di atas baru bisa dipakai untuk bahan referensi dan berbagai keperluan lainnya. Apabila salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan kesalahan atau kekeliruan yang akan terjadi sebagai akibat menggunakan sumber data ‘yang cacat’ sangatlah besar.

 

Demikianlah uraian lengkap mengenai pengertian, jenis-jenis, manfaat dan persyaratan data yang valid seperti yang bisa Anda lihat di atas. Apabila Anda merasa informasi ini bermanfaat buat orang lain ataupun teman-teman Anda, jangan lupa klik bagikan ya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *