Pengertian hukum
Ilustrasi Hukum

Pengertian Hukum Beserta Ciri-Ciri, Unsur, Sifat, Fungsi Dan Tujuan Hukum

Posted on

Pengertian Hukum ~ Kita hidup di negara hukum dan setiap warga negara wajib mematuhi semua hukum yang berlaku. Hukum membuat kehidupan menjadi teratur dan tertib. Hukum juga membuat tingkah laku orang dibatasi sehingga terhindar dari kekacauan atau keributan.

Pengertian hukum secara umum adalah suatu aturan atau norma yang dibuat oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang untuk mengikat masyarakat, tujuan membatasi ini antara lain agar kehidupan menjadi aman dan sejahtera sehingga Hak asasi Manusia dapat dilindungi dengan tanpa melanggar nilai nilai yang disepakati bersama

Banyak ahli yang mengeluarkan pendapatnya tentang apa itu pengertian hukum. Masing-masing dari mereka memiliki pemikiran yang beragam soal definisi hukum tersebut. Di bawah ini akan Admin tuliskan pengertian hukum menurut beberapa ahli dari dalam dan luar negeri.

Pengertian Hukum

1. Abdulkadir Muhammad

Abdulkadir Muhammad berpendapat bahwa definisi hukum itu adalah sebagai berikut: “semua peraturan baik itu tertulis atau tidak tertulis dan mempunyai sanksi tegas terhadap para pelanggar hukum.”

2. Sunaryati Hatono

Pengertian hukum menurut versi Sunaryati Hatono adalah “aturan tidak menyangkut kehidupan pribadi seseorang dalam masyarakat, tetapi menyangkut dan mengatur berbagai aktivitas manusia dalam hubungannnya dengan manusia lain.”

3. Ridwan Halim

Ridwan Halim mengatakan bahwa definisi dari hukum itu seperti yang beliau katakan: “Hukum merupakan semua peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang intinya peraturan itu berlaku dan diakui sebagai peraturan yang harus ditaati dan dipatuhi dalam kehidupan di masyarakat.’

4. Plato

Tokoh yang terkenal pada zaman dahulu ini mengatakan tentang pengertian hukum adalah sebagai berikut: “Hukum merupakan segala peraturan yang tersusun dengan baik dan teratur yang mempunyai sifat mengikat hakim dan masyarakat.”

5. Aristoteles

Sementara itu Aristoteles yang juga merupakan tokoh yang cukup terkenal pada zaman dahulu mengatakan bahwa pengertian hukum itu adalah ” kumpulan beraturan yang tidak hanya mengikat tapi juga hakim untuk masyarakat, dimana undang-undang akan mengawasi hakim dalam menjalankan tugasnya untuk menghukum para pelanggar hukum.”

Ciri-Ciri Hukum

Salah satu tujuan hukum adalah untuk menyelesaikan suatu masalah atau sengketa melalui langkah-langkah tertentu melaui proses pengadilan dengan perantara hakim. Tanda-tanda dan ciri yang disebut dengan hukum itu adalah:

1. Semua orang wajib mematuhinya tanpa kecuali tidak pandang bulu.
2. Aturan tersebut berupa perintah atau larangan, bisa merupakan gabungan dari perintah ditambah larangan atau salah satunya saja, misalnya larangan saja atau pun perintah saja.

Unsur-Unsur Hukum

Sesuatu aturan yang dibuat baru bisa disebut dengan “hukum” setelah memenuhi beberapa unsur-unsur berikut ini.

1. Perintah atau larangan yang dibuat wajib hukumnya dipatuhi oleh setiap orang.
2. Adanya sanksi yang tegas terhadap orang yang telah melanggar.
3. Aturan yang dibuat tersebut bersifat memaksa.
4. Dibuat dan dikontrol oleh badan-badan atau pihak berwajib.
5. Aturan tersebut mencakup pengontrolan tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.
6. Berisi perintah dan sekaligus larangan atau hanya salah satunya saja.

Fungsi Hukum

Hukum diciptakan oleh manusia sudah pasti mempunyai manfaat dan fungsi, terutama untuk kehidupan manusia itu sendiri. Berikut adalah lima fungsi dari hukum tersebut:

1. Fungsi hukum sebagai pedoman perilaku masyarakat
2. Fungsi hukum sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial
3. Fungsi hukum sebagai alat rekayasa sosial atau budaya
4. Fungsi hukum sebagai sarana dalam penyelesaian berbagai sengketa
5. Fungsi hukum sebagai sarana yang bisa digunakan untuk pengendalian sosial

Sifat-Sifat Hukum

Hukum itu memiliki sifat-sifat yaitu yang bersifat memaksa dan yang satu lagi sifat hukum yang sifatnya bukan paksaan tapi berupa himbauan atau mengatur saja. Sifat hukum yang memaksa sudah pasti harus ditaati dan dipatuhi oleh orang atau masyarakat yang diatur tersebut.

Sementara itu hukum yang mempunyai sifat berupa himbauan sedikit lebih ‘lembut’ karena sifatnya yang tidak memaksa. Himbauan berarti akan lebih baik jika dilaksanakan atau dijalani.

Tujuan Sistem Hukum

Sistem hukum yang dibuat oleh suatu pemerintah atau lembaga tentunya memiliki tujuan tertentu. Secara umumnya untuk menciptakan suasana atau kehidupan yang lebih baik. Berikut pendapat beberapa ahli tentang tujuan dibuatnya suatu sistem hukum.

1. Menurut Prof. Mr. J. Van Kan

Prof. Mr. J. Van Kan telah mengatakan bahwa tujuan dari sistem hukum itu adalah: “menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu tidak dapat diganggu.”

2. Menurut Jeremy Betham

Tujuan sistem hukum menurut versi dari Jeremy Betham cukup singkat dan padat: “untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah bagi orang.”

3. Menurut Geny

Menurut Geny, tujuan dai sebuah sistem hukum adalah “semata-mata untuk mencapai keadilan, dan sebagai unsur daripada keadilan disebutkannya ‘kepentingan daya guna dan kemanfaatan’”.

4. Menurut Prof. Subekti S.H.

Prof. Subekti S.H. mengatakan bahwa tujuan sistem hukum versi dia adalah “mengabdi pada tujuan Negara yang dalam pokoknya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya.”

Macam-Macam Sistem Hukum

Sistem hukum yang diterapkan di dunia bisa dikelompokkan ke dalam empat kategori besar dimana empat kategori tersebut merupakan suatu sistem hukum yang sangat berpengaruh. Berikut 4 macam sistem hukum tersebut.

1. Sistem Hukum Islam

Sistem hukum Islam merupakan satu sistem yang berasal dari Arab yang kemudian terus berkembang dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sistem hukum dalam Islam mengambil dasar berpatokan pada Al Quran dan Hadits serta beberapa sumber lainnya.

2. Sistem Hukum Adat

Sistem Hukum Adat merupakan suatu sistem hukum yang banyak dianut di negara-negara seperti Indonesia, Jepang, Cina India dan lain sebagainya. Sumber hukum adat ini adalah berasal dari nenek moyang dan sistem hukum tersebut seringkali berubah seiring dengan perkembangan zaman.

3. Sistem Hukum Anglo Saxon

Sistem Hukum Anglo Saxon adalah satu sistem hukum yang banyak diterapkan pada negara-negara persemakmuran Inggris. Garis besar sistem hukum ini adalah apa yang disebut dengan common law yang bisa diterjemahkan menjadi hukum yang tidak tertulis.

4. Sistem Hukum Eropa Kontinental

Sistem Hukum Eropa Kontinental merupakan sebuah sistem hukum yang banyak diadopsi dari hukum-hukum Romawi dan sistem hukum ini banyak dianut oleh negara-negara di Eropa di samping sistem hukum yang lebih modern tentunya.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian hukum baik secara umum maupun menurut para ahli beserta ciri-ciri, unsur, sifat, fungsi dan tujuan dari hukum. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda semuanya yang sedang mencari referensi tentang seluk-beluk hukum . Jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-teman Anda agar mereka juga mengetahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *