Ciri-Ciri Tujuan Ekonomi Syariah Dan Karakteristiknya

Posted on

Ciri-Ciri Tujuan Ekonomi Syariah Dan Karakteristiknya – Pada saat ini ekonomi syariah di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Ekonomi syariah merupakan suatu ilmu sosial yang mempelajari masalah ekonomi dan cara mengatasinya sesuai dengan nilai-nilai syariah. Tujuan Ekonomi syariah dibangun berdasarkan hukum islam yang terdiri dari al-quran, hadist, ijma’, ijtihad dan qiyas. Namun sebagian dari anda mungkin masih belum mengerti secara spesifik tentang ekonomi syariah dan hal-hal yang membedakannya dengan ekonomi yang lainnya. Artikel ekonomi syariah kali ini akan membahas mengenai ciri-ciri, tujuan dan karakteristik dari ekonomi syariah.

 

Tujuan Ekonomi Syariah

Ciri-Ciri Ekonomi Syariah

Ekonomi yang bersistem Syariah memiliki perbedaan dengan sistem ekonomi pada umumnya. Adapun ciri-ciri ekonomi syariah adalah sebagai berikut.

1. Ekonomi syariah bersifat universal

Ekonomi Syariah atau biasa disebut dengan ekonomi islam merupakan sebuah sistim islam yang memiliki sifat universal. Hal ini karena ekonomi syariah memiliki hubungan yang sangat kuat dan sempurna dengan ajaran agama islam karena didasarkan pada al-quran dan hadist serta hal-hal lainnya yang sebagai pedoman syariat islam. ekonomi syariah memiliki kaitan yang kuat dengan ajaran agama islam baik secara akidah maupun syariat yang digunakan dalam melakukan kegiatan ekonomi syariah. hal inilah yang membuat ekonomi syariah berbeda dengan ekonomi yang lainnya dan mampu menjadi sistem islam yang sempurna.

Kegiatan dalam ekonomi islam atau tujuan ekonomi syariah

Kegiatan perekonomian bersifat pengabdian

Dalam syariah islam semua kegiatan yang dilakukan diniatkan untuk mencari ridho Allah SWT. dalam islam kegiatan ekonomi yang dilakukan bergantung pada niatnya atau akad perjanjian pertama, jika niatnya baik maka pasti akan mendapatkan hal yang baik pula begitu juga sebaliknya jika niatnya salah maka pelaku ekonomi akan mendapatkan sesuatu yang salah pula. Hal ini karena dalam ekonomi islam tidak hanya berfokus kepada pencarian materi saja tetapi lebih ke pencaraian ridho ilahi. Dalam ekonomi syariah kegiatan yang dilakukan para pelaku ekonomi diniatkan atas ibadah bukan untuk mencari materi saja, karena dengan niat beribadah kita akan mendapatkan dua hal tersebut sekaligus yakni rejeki dan pahala.

Kegiatan ekonomi bercita-cita luhur

Kegiatan ekonomi dalam islam memiliki cita-cita yang luhur karena tidak berfokus pada materi saja. Perekonomian dalam syariah islam difokuskan untuk berbagi dengan sesama, mencapai kehidupan yang baik dan benar, memakmurkan bumi dan isinya sebagai tanda terima kasih kita kepada sang pencipta alam sebagai khalifah di muka bumi ini. Hal inilah yang menjadi cita-cita luhur dalam kegiatan ekonomi syariah.

Pengawasan yang dilakukan dan ditetapkan dalam kegiatan ekonomi islam

Dalam kegiatan ekonomi pada umumnya pengawasan hanya dilakukan oleh pemerintah atau pihak yang netral. Hal ini disebabkan oleh seiring dengan berjalannya waktu agama sudah tidak mendapatkan tempat untuk diperhatikan lagi. Pengawasan yang dilakukan dengan cara demikian menjadi sangat rentan terjadinya kecurangan seperti korupsi dan hal-hal buruk lainnya. Korupsi terjadi karena kekuasaan ekonomi dikuasai oleh pihak yang memiliki modal dan yang berkuasa. Berbeda dengan ekonomi syariah, selain pihak yang berwenang seperti pemerintah dan lembaga pengawas lainnya pengawasan juga dilakukan oleh diri sendiri dan Allah yang maha mengetahui semua hal yang kita lakukan. Dengan begini tidak akan ada pihak yang melakukan penyelewengan atau kecurangan lainnya karena percaya bahwa selain pihak berwenang yang dilakukan oleh manusia pengawasan juga dilakukan oleh Allah SWT. hal ini sesuai dengan landasan ekonomi syariah yaitu ekonomi rabbani yang berlandaskan pada firman Al.

2. Melaksanakan ekonomi syariah dapat menciptakan keseimbangan

Ekonomi syariah dapat menciptakan suatu keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat pada umumnya. Selain mencari harta atau materi, kegiatan yang dilakukan dalam ekonomi syariah juga mencari jalan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat yang dapat dirasakan oleh khalayak umum. Hal ini karena dalam ekonomi syariah berpedoman pada kebersamaan, baik buruknya suatu kegiatan ekonomi akan ditanggung bersama dan dengan begini kita akan dilatih untuk selalu peka terhadap kondisi orang-orang disekitar kita. Tidak seperti ekonomi konvensional yang lebih mementingkan kepentingan pribadi yang menyebabkan terjadinya sebuah persaingan, monopoli dan hal-hal buruk lainnya yang mungkin terjadi. Dengan bersikap demikian, tentunya hal ini telah keluar dari sikap seorang khalifah Allah yang memiliki tujuan untuk memakmurkan kehidupan di dunia. Hal ini yang menimbulkan sikap egois yang sangat dihindari karena ekonomi syariah memiliki prinsip mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri.

Apa Tujuan Ekonomi Syariah?

Tujuan dari ekonomi syariah adalah mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat melalui suatu tata cara kehidupan yang lebih baik. Tujuan ini berbeda dengan tujuan dari ekonomi konvensisional.

  • Ibadah kepada Allah adalah Hal yang Utama

Tujuan ekonomi syariah adalah untuk mencari ridho Allah SWT, bukan semata-mata mencari keuntungan yang bersifat meterial. Kegiatan yang dilakukan dengan niatan beribadah akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

  • Mencapai distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil dan merata

Pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh bank syariah dan nasabahnya akan mendapatkan keuntungan yang sama rata karena konsep dari tujuan ekonomi syariah adalah menciptakan keadilan bagi seluruh umat manusia. Keuntungan yang diperoleh dari bagi hasil akan didistribusikan dengan adil sehingga tidak ada suatu deskriminasi.

  • Meraih tujuan perekonomian sesuai perintah Allah SWT

Adanya konsep ekonomi syariah dengan berdasarkan pada ajaran islam diharapkan dapat memberikan dampak baik yaitu kesejahteraan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

  • Menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat

Dalam ekonomi syariah kehidupan akhirat lebih penting dibandingkan dengan kehidupan di dunia yang hanya sementara. Oleh karena itu, aktifitas yang dilakukan oleh pelaku ekonomi syariah akan mempertimbangkan mengenai dosa yang akan ditanggungnya di akhirat. Dengan selalu beribadah dan mementingkan akhirat Allah akan memberikan balasan yang sesuai dengan yang kita lakukan.

  • Menciptakan kebebasan individu

Setiap pelaku ekonomi syariah diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan syariah, ekonomi syariah tidak pernah memaksakan kehendak pelaku ekonomi. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada surah Ar-radu’ ayat 36 dan surah Lukman ayat 22.

Karakteristik Ekonomi syariah

Sistem bagi Hasil

Dalam melaksanakan kegiatanya, ekonomi syariah mengedepankan keadilan dalam segala hal salah satunya diwujudkan dalam sistem bagi hasil. Hal ini diterapkan dalam dunia perbankan syariah di Indonesia. Dengan sistem bagi hasil antara bank syariah dan nasabah maka akan terwujud keadilan karena keuntungan akan dibagi hasilkan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati oleh keduanya. Berbeda dengan sistem yang digunakan ekonomi konvensional dengan menggunakan sistem bunga, keuntungan tidak dibagikan secara adil karena keuntungan yang biasa disebut bunga tersebut biasanya ditetapkan diawal dan tidak melakukan kesepakatan dengan nasabahnya.

Kegiatan ekonomi syariah berlandaskan pada akidah, syariah dan moral

Dalam aktivitasnya ekonomi syariah mearang kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ekonomi syariah dalam menjalankan segala kegiatannya berlandaskan pada akidah, syariah, dan moral, hal ini merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia karena dapat menjadi penyeimbang dalam kehidupan dan juga dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan.

Menjaga Keseimbangan Rohani dan Jasmani

Islam merupakan suatu agama yang mampu untuk memadukan antara unsur keagamaan dan unsur keduniaan. Konsep inilah yang menjadi landasan bagi ekonomi syariah yang diharapkan mampu untuk memberikan keuntungan serta ketenangan dalam hidup umat manusia sebagai pelaku ekonomi syariah baik secara rohani dan jasmani. Hal ini berbeda dengan segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh ekonomi konvensional yang diarahkan pada pencarian keuntungan untuk jasmani saja.

Menjaga dan Memperhatikan Kemaslahatan Umat

Dalam ekonomi syariah segala sesuatunya dilakukan secara adil tanpa memandang strata sosial yang terbentuk di masyarakat, dalam ekonomi syariah semua tergantung pada apa yang dilakukan. Semua masyarakat dapat merasakan keuntungan dan manfaat dari aktivitas ekonomi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk kemaslahatan umat dengan menciptakan keseimbangan antara diri sendiri dan orang lain.

 

Ditulis oleh: Dyah Ayu Alvinda
Editor: Sigit Irawantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *